
Mungkin kita sering bertanya-tanya apa perbedaan hijab, jilbab, kerudung dan khimar? Walaupun keempat istilah ini sering digunakan secara bergantian, namun sebenarnya masing-masing memiliki makna, fungsi, dan konteks penggunaan yang berbeda, baik dari sisi bahasa, budaya, maupun syariat Islam.
Dalam dunia fashion muslimah, istilah hijab, jilbab, kerudung, dan khimar sering digunakan dalam berbagai konteks—mulai dari konten media sosial, katalog brand, hingga percakapan sehari-hari. Memahami perbedaan hijab, jilbab, kerudung, dan khimar tidak hanya penting dari sisi makna, tetapi juga membantu dalam memilih gaya busana yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter personal.
Perbedaan Hijab, Jilbab, Kerudung, dan Khimar dalam Dunia Fashion Muslimah
Artikel ini akan membahas mengenai perbedaan hijab, jilbab, kerudung dan khimar, dari pengertian, fungsi serta konteks penggunaannya.
Hijab: Lebih dari Sekadar Gaya Berpakaian
Secara bahasa, kata hijab berasal dari bahasa Arab *ḥijāb* yang berarti penghalang, penutup, atau pembatas. Dalam Al-Qur’an, hijab tidak selalu merujuk pada penutup kepala, tetapi lebih kepada konsep menutup aurat dan menjaga batasan antara laki-laki dan perempuan.
Di dunia fashion, hijab sering dipahami sebagai gaya berpakaian muslimah secara keseluruhan. Padahal, hijab sejatinya adalah konsep besar yang mencakup cara berpakaian, bersikap, dan mengekspresikan diri dengan tetap menjaga kesopanan.
Dalam konteks fashion modern, hijab berkembang menjadi beragam style—mulai dari hijab casual, hijab formal, hingga hijab syar’i. Karena sifatnya yang luas, hijab sering dijadikan istilah payung untuk menggambarkan tren busana muslimah yang modis namun tetap sopan.
Jilbab: Busana Luar yang Anggun dan Sopan
Jilbab juga berasal dari bahasa Arab, yaitu *jalābīb* (jamak dari jilbāb), yang berarti pakaian luar yang longgar dan menutupi tubuh. Dalam syariat Islam, jilbab merujuk pada pakaian luar yang menutup seluruh tubuh perempuan kecuali wajah dan telapak tangan, sesuai dengan pendapat mayoritas ulama.
Berbeda dengan hijab yang bersifat konsep, jilbab lebih merujuk pada bentuk pakaian. Dalam dunia fashion muslimah, jilbab dikenal sebagai busana luar yang longgar, seperti gamis, abaya, atau outer panjang yang tidak membentuk tubuh.
Saat ini, jilbab hadir dalam berbagai desain kekinian—mulai dari potongan minimalis, warna pastel, hingga detail bordir yang elegan. Inilah yang membuat jilbab tidak lagi terkesan monoton, tetapi justru menjadi pilihan utama untuk tampil anggun dalam berbagai acara.
Kerudung: Fleksibel dan Fashionable
Kerudung merupakan istilah yang paling umum digunakan dalam bahasa Indonesia yang berarti kain penutup kepala. Kerudung tidak memiliki akar kata dari bahasa Arab dan tidak selalu berkaitan dengan syariat Islam.
Kerudung dapat digunakan oleh siapa saja, baik muslim maupun non-muslim, untuk keperluan budaya, adat, atau fashion. Dalam dunia fashion, kerudung sangat fleksibel dan mudah dipadukan dengan berbagai outfit.
Kerudung biasanya berbentuk segi empat atau pashmina, dengan pilihan bahan seperti voal, satin, atau chiffon. Karena tidak memiliki aturan khusus, kerudung sering menjadi item favorit untuk gaya kasual, formal, hingga street style muslimah. Namun, dari sisi syariat, kerudung belum tentu menutup leher dan dada secara sempurna.
Khimar: Simbol Gaya Syar’i yang Elegan
Khimar berasal dari bahasa Arab *khimār*, yang secara spesifik berarti penutup kepala yang menutupi rambut, leher, dan dada. Istilah ini disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 31, yang memerintahkan perempuan beriman untuk menutupkan khimar ke dadanya.
Bagi pencinta gaya syar’i, khimar menjadi pilihan utama. Khimar adalah penutup kepala yang lebih panjang dan menjuntai hingga menutup dada, memberikan kesan anggun, tenang, dan elegan.
Dalam perkembangan fashion muslimah, khimar kini hadir dengan desain yang semakin variatif—mulai dari khimar layer, khimar instan, hingga khimar dengan warna-warna lembut yang modern. Khimar sangat cocok dipadukan dengan gamis atau set syar’i untuk tampilan yang harmonis dan berkelas.
Perbedaan Hijab, Jilbab, Kerudung, dan Khimar dalam Fashion
Jika dilihat dari sudut pandang fashion, perbedaannya dapat dirangkum sebagai berikut:
• Hijab: Konsep dan gaya berpakaian muslimah secara keseluruhan
• Jilbab: Pakaian luar longgar yang menunjang tampilan sopan dan elegan
• Kerudung: Penutup kepala yang fleksibel dan mengikuti tren fashion
• Khimar: Penutup kepala panjang dengan kesan syar’i dan anggun
Dari keempat istilah tersebut, khimar dan jilbab memiliki dasar syariat yang lebih jelas, sementara hijab adalah konsep besar, dan kerudung lebih bersifat budaya dan fashion. Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih mudah menentukan style sesuai aktivitas, baik untuk daily look, acara formal, maupun tampilan syar’i.
Kesimpulan
Memahami perbedaan hijab, jilbab, kerudung, dan khimar membantu kita menggunakan istilah yang tepat sesuai konteksnya. Dalam dunia fashion muslimah, hijab, jilbab, kerudung, dan khimar memiliki peran masing-masing dalam membentuk gaya yang unik dan personal.
Hijab adalah konsep, jilbab adalah pakaian luar, khimar adalah penutup kepala syar’i, sedangkan kerudung adalah istilah umum dalam bahasa Indonesia. Hijab menjadi konsep utama, jilbab adalah pakaian luar sebagai busana pendukung, kerudung untuk eksplorasi gaya, dan khimar sebagai pilihan syar’i yang elegan.
Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa tampil modis, percaya diri, dan tetap sesuai dengan nilai yang kamu pegang. Semoga artikel ini bermanfaat, bila Anda memiliki pertanyaan silahkan untuk menghubungi Kami di Halaman Kontak.